5 Jenis Stainless Steel

5 Jenis Stainless Steel

5 Jenis Stainless Steel: Karakteristik, Kelebihan, dan Kegunaannya

Stainless steel adalah salah satu material logam yang banyak digunakan dalam berbagai bidang, mulai dari industri konstruksi, peralatan rumah tangga, otomotif, hingga medis. Material ini terkenal karena daya tahannya terhadap korosi, kekuatan, serta tampilannya yang elegan. Namun, tidak semua stainless steel memiliki sifat yang sama. Ada beberapa jenis stainless steel yang dikembangkan sesuai kebutuhan, masing-masing dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda.

Dalam artikel ini, kita akan membahas 5 jenis stainless steel yang paling banyak digunakan, kelebihan, kekurangan, serta aplikasinya di kehidupan sehari-hari.


1. Stainless Steel Austenitic

Jenis stainless steel yang paling populer dan paling sering digunakan adalah stainless steel austenitic. Jenis ini mengandung kadar nikel yang cukup tinggi (sekitar 8–20%) serta kromium minimal 16%. Kandungan tersebut menjadikannya sangat tahan terhadap korosi.

Karakteristik:

  • Struktur mikro berbasis austenite (besi dengan kadar karbon rendah).

  • Non-magnetis pada kondisi annealed.

  • Mudah dibentuk dan dilas.

  • Tahan korosi sangat baik.

Contoh Grade:

  • 304: paling umum digunakan, sering dijumpai pada peralatan dapur dan arsitektur.

  • 316: lebih tahan korosi karena mengandung molibdenum, cocok untuk lingkungan laut atau kimia.

Kegunaan:

  • Alat dapur seperti panci, wajan, sendok, dan garpu.

  • Peralatan medis dan farmasi.

  • Peralatan kimia.

  • Bangunan dan dekorasi arsitektur.


2. Stainless Steel Ferritic

Jenis kedua adalah stainless steel ferritic yang memiliki kadar kromium antara 10–18% dan kadar karbon rendah. Jenis ini cenderung lebih murah dibanding austenitic karena tidak banyak mengandung nikel.

Karakteristik:

  • Memiliki struktur mikro ferrite (besi dengan kandungan karbon rendah).

  • Sedikit atau tidak mengandung nikel.

  • Magnetis.

  • Ketahanan korosi cukup baik, meski tidak sebaik austenitic.

Contoh Grade:

  • 430: sering digunakan pada peralatan dapur, interior mobil, dan dekorasi bangunan.

Kegunaan:

  • Knalpot mobil.

  • Peralatan dapur.

  • Interior rumah dan bangunan.

  • Panel peralatan listrik.


3. Stainless Steel Martensitic

Berbeda dengan dua jenis sebelumnya, stainless steel martensitic memiliki kadar karbon yang lebih tinggi (0,1–1,2%) dan kromium sekitar 12–18%. Hal ini membuatnya lebih keras dan kuat, tetapi ketahanan korosinya relatif lebih rendah.

Karakteristik:

  • Dapat dikeraskan melalui proses perlakuan panas (heat treatment).

  • Memiliki kekuatan dan kekerasan tinggi.

  • Magnetis.

  • Ketahanan korosi tidak setinggi austenitic dan ferritic.

Contoh Grade:

  • 410 dan 420: banyak digunakan untuk pembuatan pisau, alat bedah, dan komponen mesin.

Kegunaan:

  • Pisau dapur dan gunting.

  • Peralatan bedah.

  • Peralatan industri minyak dan gas.

  • Komponen turbin.


4. Stainless Steel Duplex

Stainless steel duplex merupakan kombinasi dari struktur austenitic dan ferritic. Biasanya mengandung kromium 18–28% dan nikel 4,5–8%. Jenis ini dikenal memiliki kekuatan tinggi sekaligus ketahanan korosi yang baik.

Karakteristik:

  • Memiliki struktur campuran austenite dan ferrite.

  • Dua kali lebih kuat dibanding stainless steel austenitic biasa.

  • Ketahanan terhadap retakan akibat tegangan (stress corrosion cracking) sangat baik.

  • Lebih hemat biaya dibanding austenitic karena kandungan nikel lebih sedikit.

Contoh Grade:

  • 2205: salah satu tipe duplex yang populer di industri minyak, gas, dan kelautan.

Kegunaan:

  • Pipa industri kimia.

  • Tangki penyimpanan minyak dan gas.

  • Peralatan kapal dan kelautan.

  • Industri pulp dan kertas.


5. Stainless Steel Precipitation Hardening (PH)

Jenis terakhir adalah stainless steel precipitation hardening (PH). Jenis ini dapat mengembangkan kekuatan mekanis tinggi melalui perlakuan panas khusus yang dikenal sebagai aging.

Karakteristik:

  • Kekuatan sangat tinggi.

  • Dapat dikeraskan dengan proses pengendapan (precipitation hardening).

  • Ketahanan korosi cukup baik, meski tidak setinggi austenitic.

  • Umumnya digunakan untuk aplikasi teknik tingkat tinggi.

Contoh Grade:

  • 17-4 PH: jenis paling umum digunakan, dengan kombinasi kekuatan tinggi dan ketahanan korosi baik.

Kegunaan:

  • Industri penerbangan dan kedirgantaraan.

  • Turbin gas.

  • Peralatan militer.

  • Komponen mesin dengan beban berat.


Perbandingan 5 Jenis Stainless Steel

Agar lebih mudah memahami perbedaan masing-masing jenis, berikut ringkasan singkatnya:

Jenis Stainless Steel Sifat Utama Contoh Aplikasi
Austenitic Tahan korosi sangat baik, mudah dibentuk, non-magnetis Alat dapur, medis, arsitektur
Ferritic Murah, magnetis, tahan korosi sedang Knalpot, interior, peralatan rumah
Martensitic Kuat, keras, tahan aus, korosi lebih rendah Pisau, alat bedah, turbin
Duplex Kombinasi kuat & tahan korosi Pipa industri, tangki, kapal
Precipitation Hardening (PH) Kekuatan sangat tinggi, korosi cukup baik Penerbangan, turbin, militer

Kesimpulan

Stainless steel hadir dalam berbagai jenis sesuai kebutuhan industri maupun rumah tangga. Austenitic cocok untuk penggunaan sehari-hari karena ketahanan korosinya yang tinggi, ferritic menjadi pilihan ekonomis, martensitic unggul dalam kekerasan, duplex menawarkan kombinasi kekuatan dan ketahanan, sedangkan precipitation hardening menjadi solusi untuk aplikasi teknik canggih.

Dengan memahami 5 jenis stainless steel, kita dapat memilih material yang tepat sesuai fungsi, efisiensi biaya, dan ketahanan yang dibutuhkan.

Sharing Is Charing

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *